Stop Poya - poya...... ayo jadi ahli manfaat......

Jumat, 31 Oktober 2014

Ketika penyelesaian Masalah adalah Masalah 1

Tanjung selor, 1 Oktober 2011

Bunuh Diri!!!!!

mungkin teori tentang bunuh diri dan bahkan tentang jumlahnya secara detail sudah banyak di infokan oleh teman baru (google.com). bukanya sok tahu. tapi aku punya pengalaman sendiri dengan hal ini. dan dari situ aku belajar bahwa bunuh diri itu tidak bisa terjadi secra sepontan. Ketika ada seseorang yang diberitakan bunuh diri baik itu di lingkunganku atau di berita Televisi, aku tidak sepenuhnya menganggap bahwa itu perbuatan bunuh diri.Tapi pembunuhan. karena ada sebab musabab dibalik itu. ada orang lain yg menyebabkan orang itu melakukan bunuh diri. Tapi berita baiknya, tidak ada orang yg tahu dan tidak ada orang yg menganggap itu pembunuhan. benar2 sempurna. Kehilangan semangat hidup atau pembunuhan semangat, itu lebih sadis dari pada mutilasi, pelaku bom atau pencurian. kehilangan semangat pada diri seseorang itu bisa menyebabkan perasaan mati pada dirinya. 

sebenarnya masih banyak lagi macam bunuh diri. ada lagi orang yang bunuh diri altruistis. seperti bom bali. mereka yang melakukan bunuh dir semacam ini mungkin merasa bahagia dengan hal yg mereka lakukan. dan tentu saja ada timbal balik dari aksi itu, mungkin dijanjikan masuk syurga, keluarga yang akan hidup bahagia, atau mungkin merasa telah menolong agamanya. seperti ada kepuasaan ketika melakukan hal itu walaupun hati juga bergejolak. padahal disinilah Setan berperan aktif menghancurkan keimanan kita. 

oke.. terus??? bagaimana dengan yang mengalami gangguan jiwa atau yang masyarakat katakan gila... setahu ku orang2 yang bahkan sudah memikirkan u/ bunuh diri itu sudah mengalami gangguan jiwa ringan. (tdk ada orang gila, yg ada orang sakit)... dan karena pemikiran ini tidak sepontan, maka ini sudah sering diulang2 di lisannya. biasanya orang yang marah dan benar2 kesal akan muncul rasa putus asa dan depresi dalam dirinya hingga sampai menyebutkan kata mati. padahal ketika kata yang sering diulang2 dan begitu dalam hingga terekam di memori alam bawah sadar, tanpa kita sadari akan keluar dengan sendirinya. 

ketika kita memiliki niat yang sangat kuat, otak kita akan merespon. pengaruhnya terhadap neurotransmiter yang akan mengirimkan signal keseluruh tubuh kita termasuk jantung kita. jadi bisa dkatakan orang - orang yang sakit itu sebenarnya karena diniatkan atau diingini. Dan bisa dikatakan juga secara sikologi orang yang bunuh diri itu karena di niatkan. 

Atau gini aja deh bahasanya... hehe.. keinginan - keinginan kita merupakan informasi penting untuk pikiran bawah sadar. Sebab keinginan yang terekam kuat dalam pikiran bawah sadar sangat besar dapat menjadi daya dorong yang akan menggerakkan diri kita untuk berbuat sesuatu yang luar biasa. keinginan yang sangat besar dan terekam dalam pikiran bawah sadar itulah yang dinamakan autosuggestion.
Autosuggestion seharusnya dilakukan dengan penuh rasa percaya, melibatkan emosi dalam diri, dilakukan dengan penuh konsentrasi terhadap objek yang positif, dan berulang - ulang. Selanjutnya, pikiran bawah sadar inilah yang akan mendikte gerak gerik tubuh kita. kekuatan yang ditimbulkan oleh pikiran bawah itu sangat dahsyat entah digunakan untuk melakukan sesuatu secara otomatis muncul tu dari pikiran bawah sadar kita... nah sekarang kalau yang direkam yang buruk2 ya buruk jua.. ketika sudah direkam akan bisa dipanggil kembali sewaktu masalah atau depresi kembali menyerang kita. (seperti aplikasi yang sudah diinstal tinggal dijalankan saja)


terus hubungannya denganku apa ya???


Kamis, 30 Oktober 2014

Pernah jatuh cinta???? sepele tapi dibalik satu kata itu banyak warna dan cerita yang bisa membuat kita tertawa, sedih, dan berbagai macam emosi. Ada seseorang yang bertanya padaku tentang kisah asmaraku. dari SMP, SMK bahkan sekrg. zaman sekolah dulu aku bisa dikatakan "aneh" oleh teman - teman ku. karena gayaku yang biasa saja dengan laki - laki. Rata - rata teman - temanku pada saat itu punya pacar semua. yaa,, mungkin karena sejak kecil aku sudah berfikir bahwa pacaran itu membuat semua orang nantinya sibuk ngurusin kita. sibuk menasehati kita, akhirnya kita merasa tidak bebas dan selalu dicurigai dan bla dan bla... hahahaha...

Dulu aku selalu mengatakan pada teman - temanku tentang cinta yang mereka banggakan,,, yang hampr tiap hari, selama 24 jam itu itu saja yang dibahas, cowok lagi. dia lagi... bknnya aku tidak suka, tapi dari beberapa mereka ada yang tingkahnya aneh...



padahal sudah jelas didalam Al-quran tentang perbuatan Zina. mulai dari bahayanya hingga sangsi - sangsinya,,, ya sekali lagi itu bagi Orang - orang yang berfikir. naah,,, sekarang pertanyaannya kita berfikir tidak??? memang pacara ini kebiasaan jahilliyah. ya,, kalau sudah mengakar ya cukup sulit juga.

oke... sambung cerita diatas tadi. naah,, karena suka ceramahin temen dulu, dan berbagai macam kebiasaan2 mereka yang aku tidak ikut - ikutan seperti keluyuran sampai malam2, nongkrong, mojok,,akhirnya banyak gelar yg aku terima contohnya "aneh". bahkan sangking isengnya mrk bilang aku tak laku2.. waduuhh... pokoknya sakitnya tu disini (kepala). hahahaha...








Senin, 10 Maret 2014

Masa Lalu


Dari Pelajar, pengangguran, Punya konter, pengajar tanpa gaji, operator warnet dan juru ketik, guru TK Plus guru les dan Pejaga Konter pulsa dan kini aku adalah seorang mahasiswa semester akhir jurusan matematika, pekerjaanku saat ini adalah macam - macam. Tanggal 14 september 2013 kemarin, aku resmi membuka usaha baru yang sebenarnya tidak terbayangkan, Pondok Laundry. yah... Laundry. banyak banget tantangannya ternyata. mulai dari tetangga dan beberapa orang yang meremehkan dan ikut menjelekkan bahkan menghasut. ah.. namanya juga manusia ada aja godaannya. dibawa santai aja.. sebelum buka aja ribet banget. karena gak pernah tahu seperti apa usaha dibidang ini. mulailah cari - cari diinternet. bolak - balik warnet. bolak - balik tanya keorang - orang dari yang tidak tahu apa - apa, tanya ke yang tahu, tanya ke yang pengalaman, tanya ke yang suka laundry, ke yang gak pernah laundry, ke yang rajin nyuci, ke yang agak ribet nyuci, ke yang dukung aku sampai ke yang tidak mendukung sama sekali. hasilnya aku punya semangat membara punya usaha sendiri. selain Laundry ada lagi yang kugeluti, Berdagang. mulai dari Tupperware, pakaian, pulsa, sampai ngajar ngaji, ngajar les. ah.. banyak ya... 

Inilah diriku yang sekarang, yang tidak mau bergantung dengan orang lain. dibilang jera, yang memang jera setelah semua berlalu. masa lalu itu tidak seharusnya di buang atau tidak mau diingat - ingat lagi. tapi masa lalu itu jadikan buku lama yang setiap saat dibuka untuk diambil pelajarannya. ku jadikan orang - orang yang berada di masa lalu itu orang - orang terpilih yang membuat aku sadar bahwa Allah saat itu sedang memberikan ujian agar naik kelas. setelah tragedi besar terjadi September 2012, rasanya cukup sudah aku harus terpuruk dengan keadaan. aku harus bangkit. biarlah orang - orang mengatakan apapun tentangku yang harus ku pikirkan adalah keluargaku. jika mereka tahu bagaimana keadaanku waktu itu tentu mereka akan bersedih. setelah kejadian itu aku pernah merasakan benar - benar down, aku tidak pernah selemah itu. aku orang yang tegar, tapi saat itu aku tidak punya semangat seperti dulu lagi. aku sempat tidak mau bertemu orang lain, ketika aku teringat kembali aku tidak tahan untuk tidak menangis, aku benar - benar hancur rasanya dan itu terjadi selama 3 bulan. Allah membuka hatiku ketika KKN di Tanah kuning. bertemu dengan orang - orang luar biasa membuat aku bersyukur dan semangat untuk berinteraksi. aku merasa dihargai dan di sayangi disana.ternyata ada orang -orang yang peduli dan menghargai kita walaupun mereka tidak tahu siapa kita dan bagaimana masa lalu kita.

setelah kejadian itu aku jadi lebih menerima, siapapun mereka. mereka tetap manusia walaupun ku tahu kepribadiannya baik. lupa dan khilaf pasti ada.Luka luar mungkin masih bisa diobati karena kita tahu bagian mana yang sakit, tapi luka hati sulit sekali mengobatinya karena kita tidak tahu seperti apa lukanya. mudah bagi kita mengobati luka tapi bekasnya apa bisa hilang?? Memaafkan mudah saja bagiku, tapi perasaan yang sudah pernah tersakiti aku tidak bisa memastikan. aku hanya berusaha memperbaiki segalanya dan memahami saja. banyak sekali hikmah yang bisa ku ambil dari sini. salah satunya aku jadi tahu beberapa fakta yang tersembunyi, setidaknya dibalik itu semua ratusan hikmah yang ku pahami.

Beberapa masa lalu akan kembali terputar di memori ku seperti film dokumenter. ada yang manis, ada juga yang pahit, ada orang - orang yang punya andil didalamnya dan pastinya ada kisah seru dan kisah penuh cinta didalamnya. hanya dengan berfikir positif kita bisa mengambil pelajaran dari baik maupun buruknya kisah itu. Beberapa dari kisah itu akan membuat kita tertawa, tersenyum, marah, termenung, bahkan menangis. Tapi, percayalah Allah hanya ingin menjadikan kita manusia yang beriman, sabar, ikhlas dan bersyukur atas apa yang sudah terjadi. marah dan kecewa dengan keadaan tidak akan membuat kita menjadi lebih baik. 

dan masa lalu itu menjadikan aku orang yang semakin tahan banting (hati dan perasaannya bukan badannya), belajar tentang keikhlasan, kesabaran dan memahami saudara - saudara kita walaupun kita tidak dianggap saudara. hehe...




Rabu, 08 Februari 2012

lagi - lagi Nilai


Hah… mau teriak saja rasanya melihat nilai – nilai terpampang karena ternyata tidak sesuai dengan yang selama ini saya lakukan. Begitu banyak pertanyaan dan kebingungan di hati saya. Entah mengapa ada penilaian di setiap sekolah – sekolah atau bahkan diperguruan tinggi. Beberapa orang menganggap nilai raport atau nilai KHS itu adalah segalanya, padahal itu Cuma finisnya saja.

Saya lebih tidak paham ketika saya membaca lembaran nilai teman-teman sekelas dan menemukan sebuah nama bertengger pada posisi yang cukup atas. Oke, memang secara akumulatif, nilainya tinggi dan baik, tapi, apakah secara tingkah laku dia pantas mendapat nilai setinggi itu? Menurut saya, TIDAK juga.
Kadang saya tak paham dengan sistem penilaian dari guru. Apa yang selama ini dinilai oleh guru? Apakah guru juga harus menilai sesuatu yang disebut proses? Dan menurut saya atas kejadian diatas, guru hanya menilai hasilnya saja. Guru tidak menilai bagaimana dia mengerjakan soal ulangan: menyontek atau tidak, bekerja sama dengan teman lain atau tidak, membuka modul atau tidak, mendapat jawaban dari teman lain melalui server atau tidak, dan yang penting: berbuat jujur atau tidak. Guru jarang menilai dengan sungguh-sungguh tentang seberapa rajin dia masuk kelas, memperhatikan atau tidak, dan sebagainya.

Miris rasanya bila mengingat hal itu. Bila tindakan tidak terpuji di sekolah masih tidak dihiraukan oleh guru, lalu apa peran sekolah sebagai tempat belajar? Apa belajar itu hanya ilmunya saja tanpa menghiraukan pembentukan karakter: kejujuran, pengembangan diri, dorongan semangat, dan sebagainya. Sebut saja Ihsan, murid kelas 3 yang ternyata sudah 1 tahun tinggal kelas. Tiba – tiba sekolah memanggil orang tuanya, tahu kenapa? Hanya karena sianak tidak pintar. Dia tidak bisa menulis dan membaca dengan benar. Sang guru hanya selalu menghukum dan memarahinya ketika jam pelajaran dimulai . tidak jarang dia dikeluarkan dari kelas hanya karena itu. Hingga orang tuanya kehabisan akal dan memasukkannya ke sekolah asrama. Pada awal masuk kondisinya semakin memperihatinkan, setiap pelajaran atau guru yang masuk mengajar dikelasnya selalu menghukumnya. Setiap pelajaran selalu dihabiskan diluar kelas. Hingga akhirnya ada seorang guru kesenian yang membantunya menghidupkan semangatnya. Ternyata Ihsan mengalami gangguan membaca dan menulis atau lebih dikenal dengan Disleksia dan Disgrafia. Gangguan semacam ini bukan disebabkan karena adanya gangguan pada fungsi otak akan tetapi karena si anak tersebut terkadang suka mengalami frustasi dan terkadang mereka sulit untuk menyelesaikan tugas – tugas sekolah mereka.
Saya pun pernah mengalami apa yang dialami oleh Ihsan. Waktu itu saya masih kelas 1 SD. Selama saya sekolah, saya tidak pernah mendapatkan nilai yang bagus walaupun hanya menulis. Guru saya tidak pernah memberikan saya nilai di atas 50. Hingga suatu hari, saya mengerjakan Soal Matematika dan itu ternyata benar semua. Akhirnya saya bisa dapat nilai 100 tapi ternyata kesenangan saya dianggap biasa saja oleh guru saya. Beliau tidak mengatakan apapun sebagai motivasi bagi saya. Hingga pada saat kenaikan kelas pun nilai – nilai diraport saya tidak begitu bagus alias saya tidak naik kelas. Sampai saat ini saya masih bertanya kenapa saya tidak naik kelas??? Apa karena saya bodoh?? Atau karena sang guru malu punya murid seperti saya??? Atau karena saya tidak punya uang untuk bayar mungkin?? Umur saya baru 6 tahu saat saya dikembalikan dikelas 1 lagi, saya hanya bisa menangis karena semua teman – teman saya di kelas 1 dulu mengejek saya. sebenarnya saya yang tidak pintar atau guru saya yang tidak bisa mengajari saya. bukankah setiap anak pintar dan cerdas? 
Hingga ketika saya kembali dikelas 1 saya menemukan figure guru sebenarnya. Beliau berbeda dengan guru – guru yang ada. Hingga selama dua tahun berturut – turut saya selalu mendapat pujian dari sekolah karena nilai ulangan semester saya selalu diatas 90. Saya tidak begitu ingat bagaimana beliau mengajar. Yang saya ingat beliau tidak pernah selalu terpaku dengan apa yang diajarkan. Beliau selalu membuat kami tidak tegang, rasanya santai saja, walaupun itu pelajaran yang susah. Hingga hanya 5 bulan saya berada dikelas 1 saya sudah bisa membaca, sesuatu yang sangat susah saat itu. Anak- anak pada waktu itu paling lambat bisa membaca pada kelas 3. Tentu saja semua guru kaget sekaligus bangga. Tapi pada saat di kelas 3 dan seterusnya keadaan kembali seperti dulu. Di kelas 4 saya bertemu dengan guru yang tidak begitu menyenangkan. Setiap hari saya selalu dihukum, berdiri dengan 1 kaki karena lupa membawa buku PR. Bahkan guru saya dengan telaknya mengatakan saya bodoh. Saya tidak paham atas dasar apa seorang murid dikatakan bodoh. Saya pun tidak mengerti mengapa teman – teman saya yang kaya walaupun tidak juga pintar (aktif) mendapatkan perhatian yang lebih dari pada kami yang biasa – biasa saja juga tidak kaya. Apa guru juga melihat muridnya dari status sosialnya dimasyarakat. Sehingga mereka yang setiap ada soal – soal ataupun waktu ujian semesternya tidak jujur mendapat nilai raport yang baik. 
Saya juga tidak paham dengan nilai. Atas dasar apa seseorang menilai sesuatu? Bukankah nilai itu sifatnya sangat subjektif? Apasih nilai itu sesungguhnya? Di rapor saya berderet nilai dalam aneka rupa angka tapi saya tidak percaya pada nilai-nilai itu. Karena nilai ditulis oleh guru yang menurut saya, menilai pada hasilnya saja. Apakah nilai yang baik berarti murid itu pandai? Tidak juga. Apakah nilai itu didapat dengan kejujuran atau tidak, guru, orang tua murid, atau wali murid juga tak akan tahu. Memangnya sekolah untuk dapat nilai ya??? Bukan untuk Pintar atau membangun karakter yang baik?? Dan apakah ujian itu harus dilaksanakan? Untuk apa?? Sebenarnya apa sih tujuanya Negara membangun sekolah?? Untuk Pintar biar gak ditipu orang atau pintar biar bisa nipu orang???
Saya diajarkan tentang kejujuran di rumah, saya diajarkan tentang integritas di rumah, saya diajarkan tentang harga diri di rumah, saya diajarkan tentang berkembang secara mental dan spiritual di rumah. Lalu….Bila di sekolah hal itu diabaikan, bagaimana kerja sama lingkungan keluarga dan sekolah dalam mendidik murid bila apa yang diajarkan saling tidak sesuai? Saya jadi tidak paham bagaimana peran sekolah dan bagaimana hubungan sekolah dan keluarga dalam mendidik anak bangsa.


rasanya Jengkel sekali ketika saya melihat ada pengumuman beasiswa prestasi (lagi-lagi nilai) yang diajukan adalah nilai rapor yang tinggi. Jika yang masuk adalah yang nilainya bagus tapi tingkat kejujuran rendah, generasi seperti apa yang dilahirkan dari nilai-nilai tersebut?
mmm…. Gimana yah… Jangan marah bila kita menonton di televisi tentang kasus-kasus korupsi, mulai dari Nazaruddin, Nunung Nurhayati, dan lainnya kalau dalam proses belajar kita, kita masih berbuat curang. Bila kita marah pada mereka, marahlah pada diri sendiri dulu bila masih berbuat curang. Benahi dirimu sendiri hingga menjadi lebih pantas daripada mereka yang menggerogoti uang rakyat dan merugikan rakyat. Sebab kadang perbuatan tidak jujur dan curang yang kita lakukan itu juga merugikan banyak orang.
Dan tahu tidak mengapa ada orang – orang seperti mereka??? Karena pada waktu melakukan kecurangan kecil selalu saja dianggap biasa, selalu saja lumrah tapi lama – lama kita berani melakukan kecurangan yang sedikit besar hingga kecurangan yang sangat besar hingga ketika kita melakukan kecurangan yang besar hal itu sudah menjadi lumrah… telah bertahun – tahun lamanya, saya hanya bisa menerima keadaan seperti ini yang mungkin semua juga salah saya. Tapi lama – lama saya merasa tidak adil sa
Seorang dosen di Kampus saya mengatakan “Kuliah itu tidak perlu pintar, tidak perlu juga dapat nilai bagus – bagus, yang penting tahu, paham dengan pelajarannya”
Yang pasti saya masih berpendapat bahwa Ringking, IP atau apalah namanya bukan segalanya. 
Tulisan ini saya persembahkan untuk teman – teman yang bernasip sama, guru – guru saya yang begitu besar pengaruhnya bagi hidup saya, juga keluarga saya yang ikut andil dalam pendidikan saya,,,

Gambar diambil dari Google.com




Selasa, 19 Juli 2011

Zhahratul Shita (Bunga Musim Dingin)1

“Jika ada kategori orang terjahat dialah orangnya” geramku dalam hati. Masih teringat rasanya sekitar 7 bulan yang lalu ketika dia melamarku didepan para Kiai dan para ustad sewaktu dipesantren.

Kami hanya butuh 1 jam perkenalan sewaktu bertemu di syuro keg. Untuk Ramadhan dipesantren. setelah itu, kami sama – sama tidak bisa tidur karena perkenalan yang sebentar itu.

Aku hanyalah seorang yatim piatu yang ditinggal pergi kedua orang tua untuk mencari sesuap nasi di Negeri orang, yah… orang tuaku menjadi TKI ke Malaysia semenjak aku merusia 12 Tahun dan hingga saat ini sudah 10 Tahun tidak kembali. Lalu aku diasuh oleh saudara ibuku yang hingga saat ini (56 Tahun) belum menikah. Sebenarnya dia hamper menikah, tetapi selalu saja gagal. Selalu ditinggal lari oleh calon pengantinnya.

oleh Bibiku, aku dimasukkan kedalam pesantren.

“jaga dirimu baik – baik Yo nduk,, belajar agama itu lebih baik dari pada belajar ilmu dunia. Ilmu dunia itu No 2. Kita harus mengenal siapa Tuhan kita. Nanti kalau sudah pandai jangan lupa sebarkan pendidikanmu yo… Bule’ bukannya mau membuangmu tapi ini adalah hak mu memperoleh pendidikan agama dan kewajiban Bule’ memberikan yang terbaik. Semoga Gusti Allah selalu melindungimu” ucap Bule’ Sri sambil meneteskan Air mata.

Sejak saat itu aku tinggal dan besar di Pesantren ini kurang lebih 10 tahun. Nama ku sangat berpengaruh bagi kegiatan akhwat dipesantren ini, berkat dorongan dan dana dari pesanren ini aku berhasil dengan status baru ku seorang sarjana Sastra Bahasa Inggris. Karena statusku yang baik dimata masyarakat akhirnya pesantren ini mendapat perhatian dari Donatur dari Mesir. Awalnya aku diundang seminar di Negara Piramida itu, tapi ternyata karena aku banyak bercerita tentang pesantren ini kepada beberapa kawan baru akhirnya mereka tertarik untuk berkunjung.

Para pengajar di pesantren ini juga sangat menyayangiku sehingga aku sempat terlupa bahwa aku adalah seorang yatim piatu. Menginjak usiaku yang ke 23 tahun, ustazah Heni datang menemui ku bersama dengan ustazah yang lain. Mereka mengatakan hal yang serius.

“Zah, usiamu sudah matang. Ibu sangat ingin kamu menikah. Jika kamu menyukai seseorang dalam arti keimanan dan ketakwaannya beritahu ibu siapa orangnnya. Para Kiai yang akan melamarkannya untukmu. Tapi jika memang tidak ada, beritahu kami laki – laki seperti apa yang kamu inginkan. Tapi jika kamu menginginkan laki – laki yang sepadan denganmu maka tentu sulit bagi kami untuk mencarinya tapi jika kamu menginginkan laki – laki yang insya Allah beriman walaupun tidak kaya tentu akan mudah bagi kami untuk mencarinya” ustazah Heni membuka percakapan.

“Bu, zah faham usia Zah memang sudah seharusnya untuk menikah. Zah sampai lupa bahwa zah harus menikah, untuk urusan calon Zah serahkan semua kepada Ustad dan Ustazah semua. Karena selama ini beliau – beliau semua sudah menjadi orang tua untuk Zah.. tidak ada kategori yang berat untuk itu. Tapi zah masih punya 1 masalah yang Zah belum bisa ceritakan kepada ustazah semua. Mungkin beri Zah waktu untuk berdiskusi dengan Allah dan memikirkannya karena ini menyangkut masa depan zah dengan suami zah nanti, setelah itu ibu boleh mencarikan calon yang baik untuk zah” aku hampir menangis mengatakannya.

“baik lah Zah, ibu hanya bisa menuruti apa yang kamu inginkan,, besok ada pengajar baru di pesantren namanya Bilal al Jaffar. Lulusan dari Mesir tahun lalu. Mungkin dia bisa jadi salah satu calonmu??? Hahaha… ibu bercanda”

“ibu bisa saja, Zah malu bu… kita lihat besok bagaimana orangnya”

Bersambung……………..