Stop Poya - poya...... ayo jadi ahli manfaat......

Jumat, 12 Desember 2014

keluarga Besar

Keluarga besar

"Bagaimana rasanya menjadi orang asing di dalam lingkungan sendiri? bagaimana rasanya menjadi orang yang berbeda?"

Namaku Aisyah Nur Asma .Usiaku baru menginjak 23 tahun. Keluargaku alhamdulillah masih lengkap, orang tuaku masih ada, aku punya 11 orang saudara dan aku anak ke 8. Masing - masing dari kami awalnya hidup begitu damai, tidak ada perselisihan. 7 orang saudaraku sudah menikah tinggal aku dan 4 adikku yang masih harus belajar. mengingat usia, tidak ada di keluargaku perempuan yang menikah diusia diatas 20. baik itu kakak ku ataupun sepupuku. Bukannya aku tidak laku atau tidak ada yang mau, aku saja yang terlalu memilih rasanya. Bukan cuma cinta yang diperlukan untuk berumah tangga, tapi akhlak dan tanggung jawab juga perlu.

bercerita tentang keluargaku bisa panjang jadinya. mengingat keluargaku keluarga besar. perpaduan antara Bugis dan jawa, tapi kami anak - anaknya begitu lekat dengan daerah kelahiran kami. Bulungan, yang sukunya ada 3 yakni Bulungon, tidung, dan dayak. kalau dayak kita tidak begitu dekat, karena keluargaku tdk begitu faham bahasanya. Bahasa kami itu lebih ke Melayu. yaaa,, bahasa sehari - hari kami sangat dekat dengan melayu. Karena memang Indonesia masih satu rumpun dengan malaysia. Apa lagi Kalimantan Utara itu dekat sekali dengan Malaysia. sampai sampai banyak teman yang mengatakan "Asma, aku suka caramu bicara. aku merasa asyik gitu. mendayu - dayu.. seru." Yaa.. begitu lah. Jadi biar tulisan ini bisa dipahami semua orang aku pakai bahasa yang baik saja. 

Aku punya banyak keponakan, ada 17 orang dan hanya 1 laki - laki. rame kalau sudah ngumpul semua. rumah penuh betul. Aku bayangkan bagaimana nanti jika ditambah dengan anak - anakku. Pasti lebih ramai. Saat ini aku bekerja di sebuah Lembaga Pelatihan Komputer, Aku seorang instruktur komputer disana. karena aku seorang D3 komputer, apa salahnya menjadi instruktur. Saudara - saudaraku juga ada yang buka usaha, jadi tidak semuanya bekerja. 

Itu adalah sedikit cerita soal keluarga, belum lagi problem yang terjadi didalamnya. Jika itu juga dibahas tentu akan menyita banyak waktu dan tentu saja belum saatnya. Yang pasti aku mencintai mereka, hingga segala sikap dan keputusanku hanya memikirkan bagaimana dengan mereka. Berkorban sedikit perasaan yaa tak masalah laa,, walaupun ada sedikit kekecewaan didalamnya tapi apa salahnya karena mereka tetap keluarga. Aku berusaha ingin merubah segala kebiasaan yang sudah mengakar, kebiasaan buruk yang masih dianggap lumrah bahkan wajar bagi mereka. 

Dan ketika hijrah, keluargaku begitu kaget dengan perubahan yang terjadi. heran dan bahkan melarang itulah yang terjadi... seakan Allah ingin menguji seberapa erat aku memegang tali agamanya, seberapa kuat hijrahku. Sampai - sampai hanya untuk belajar Al-quran saja tidak diperbolehkan. melihat aku bersama - sama dengan teman - teman yang sudah lebih dahulu hijrah, itu merupakan pemandangan yang tidak diinginkan keluargaku. Dan jadilah aku asing dikeluargaku... ternyata untuk menjadi orang bener dan baik itu banyak tantangannya...Karena isi dari setiap kepala itu beda-beda, tergantung pemahamannya...

Senin, 08 Desember 2014

Galau

(Picture from Asma99)

Pernah galau??? nah,,, galau kenapa nie??? berdasarkan data dilapangan dan kesok tahuan ku... biasanya galau karena lawan jenis itu lebih dominan dari pada galau hal lain... hahahahhh...ini berlaku bagi yang masih bujang lapok (sorry bujang lapok,,, hahahahh yang nulis jg bujang lapok) ada juga sih yang galau karena hal lain,,, tapi agak sederhana gitu galaunya,, kalau galau karena lawan jenis ini yang masuk kategori alay, lebay gitu. asal jangan jablay aje,,, Nah beda lagi kalau yang bukan bujang...

Nah loo, galau apaan sih?? katanya galau itu bingung. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia ga.lau, ber.ga.lau adalah sibuk beramai - ramai, ramai sekali, kacau tidak keruan (pikiran). Ke.ga.lau.an adalah sifat (keadaan hal) galau. nah loo.. kacau tidak keruan? gak sampai gangguan jiwa kan?? sepertinya mendekati.. kalau galaunya kelewatan bisa sampai ke gangguan jiwa ringan tu..

Serindu - rindunya kita dengan pasangan hidup kita, pernahkah hati kita rindukan pencipta kita. pernah kah kita rindukan sangat Allah dan rasulnya? pernahkah kita merasa menjadi pembohong besar karena mempermainkan Rabb kita. Ini yang terjadi dengan beberapa orang yang menyatakan cintanya kepada Allah,,, tidak jauh2, termasuk aku. berhubung aku juga manusia normal yang sangat normal sekali. Perkara suka dengan lawan jenis itu masalah biasa, bahkan manusiawi sekali... hehehe... Jadi tidak ada salahnya jika kita jatuh cinta. mmm... kalau cinta karena nafsu itu biasanya yang sulit sekali di tangani. bawaannya terbayang bayang, rindu dan bla dan bla... hadooh hadooh... pernah rasain ini?

Karena kita masih tergolong jenis yang sama, sama2 manusia yang perasaannya pasti juga sama kalau sudah jatuh cinta. Naah.. tapi, tapi, tapi, ada yang sukses menanganinya ada juga yang kurg sukses. ada yang galaunya sukses ada juga yang galau kacau balau hau hau ... hahaha...alias tidak sukses. yang sukses gimana sih?? kalau sukses semua tetap berjalan seperti biasa, bahkan keimanan bisa naik tu bro and sist. keren. semangat makin bagus tu,, Semangat dan niat itu memang pasti punya sumbu dan jarang juga tu tidak ada manusia yang diikutkan menjadi sumbu itu.  jadi selain Allah ada juga manusia yag nempel di sumbu niat dan semangat kita. sepanjang pengalamanku begitu. manusia disini bisa jadi orang tua juga ya... itu wajar dilakukan manusia mengingat selain cinta Allah kita juga cinta Orang tua, tapi Allah yang lebih tinggi kadarnya...

Tapi hati - hati menempatkan manusia sebagai sumbu. kenapa? berdasarkan janji, ikrar atau sumpah kita kepada Allah melalui syahadatain. bahwa hanya Allah saja yang menempatkan posisi Illah dalam hati, pkiran, lisan dan amal kita. pendek ceritanya kita bisa salah niat, bisa jadi riya', bahkan kita bisa menduakan Allah... jahat gak tuh,, Allah sudah cinta, mala kita yang berkhianat... Kalau bahasa kita tuh gini... sakitnya tu disini... lebih baik segla sesuatunya tempatkan dan niatkan hanya untuk Allah saja. Insya Allah semua akan berjalan dengan baik ketika niat kita tidak belok belok.

(Picture from Facebook Asmanadia)

Oke... kita kembali ke masalah jodoh. hehehe... Yang baca sudah menikah? kalau yang nulis? is is is... khasyian... belum laa.. jadi ceritanya galau karena jodoh nie??? ya begitu laa. Ketika kita jatuh cinta dengan teman, atau siapalah dia.. hati hati, kita bisa jadi zina hati. Terpikirkan melulu, mau makan wajahnya di piring, mau mandi ada wajahnya di gayung, mau tidur tutup mata wajahnya yang nongol,,, hadooy... kok jadi lebay gitu yaa,, begitulah kalau setan sudah menyusup dalam hati. yang salah bisa jadi benar tu..

Kalau cinta cukup diam sambil memantaskan diri, itu bagi yang sudah siap. bagi yang belum siap, hendaklah dia menahan. dengan puasa itu lebih baik. nanti kita bahas itu lagi.. sekarang ke galau aja,,,

Naah,, buat yang sering galau. biasanya bagaimana melampiaskannya?? teriak2, makan yang banyak, atau tidak makan malahan... ada juga yang galaunya marah - marah. ada lagi yang galaunya malahan ke narkoba, alkohol, merokok, ngurung diri,,, ada yang galaunya jalan kaki sampai capek. hehe.. jadi galau dan putus asa itu berkesinambungan ya... bisa dikatakan begitu. karena terlalu drop galaunya akhirnya putus asa bahkan sampai bunuh diri. ya begitu??? sedikit tidak percaya tapi itu lah realita.

Ayo kita buat galau yang sukses. galau sukses???? iya yag tidak mempengaruhi bahkan mengubah hidup kita menjadi penurunan. Aku kasih contoh kalau aku lagi galau, BT atau merasa tidak keruan. Biasanya aku bersihkan rumah, dapur, kamar,,,, dibawa shalat, tilawah sampai ngantuk, kadang tilawah nangis - nangis (hehehh...), naah sekarang ada lagi cara yang baru,,, dibawa' menghafal, murojaah sampai lupa, capek bahkan tertidur. Curhat aja sama Allah,,, ceritakan kegalauan kita. Galau kenapa, apa yang kita pikirkan bahkan kira - kira solusi dari kita apa,,,, kalau memang butuh nangis, nangis aja,,, tenang,,, Allah tidak akan ngerumpi dengan tetangga kita tentang masalah kita. Allah tidak sama dengan makhluknya,,,

Inilah kita, ketika Senang dapat kebahagiaan kadang terlena dan lupa. tapi ketika kita sedih, merasa galau, kita akan ingat, langsung ingat tobat. Tapi ada juga tu yang jual mahal sudah merasa salah tetap PD dengan sikapnya... itu fitrah manusia katanya,,, apakah kita merasa senang dengan sikap seperti itu? Fun aja sepertinya,,, galau larinya ke maksiat, sadar salah bukannya berhenti malah ngomong "Udah laa mbk and bro, terlanjur basar ya sudah ayo kita mandi. nanti tobatnya sekalian."..



Minggu, 02 November 2014

Ketika Penyelesaian Masalah adalah Masalah 2

Tanjung selor, 2013

Sepertinya kurang adil saja ketika otak kita mengalami kebuntuan solusi atas masalah kita lalu kita mengambil langkah untuk mundur atau bahasa bulungannya I QUIT!!!
Bunuh diri adalah pembunuhan. Barang siapa membunuh drinya dengan cara apapun, maka dia telah membunuh jiwa yang dimuliakan Allah tanpa alasan yang dibenarkan. Hidup Manusia bukanlah miliknya. Dia tidak menciptakan dirinya, tidak pula salah satu dari anggota badannya, dan tidak pula salah satu dari sel - selnya. Jiwanya adalah titipan Tuhan yang dipercayakan kepadanya. Maka dia tidak boleh menelantarkannya, menganiayanya, apalagi menghilangkannya.

Seperti dalam QS. An - Nisa :29 - 30

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. Dan janganlah kamu membunuh dirimu sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. Dan barangsiapa berbuat demikian dengan melanggar hak dan aniaya, maka Kami kelak akan memasukkannya ke dalam neraka. Yang demikian itu adalah mudah bagi Allah"

Artinya, janganlah sebagian dari kalian menumpahkan darah sebagian yang lain. Ini diungkapkan dengan "membunuh diri sendiri", untuk menekankan larangan. Atau bisa jadi ungkapan ini tetap pada zahirnya yang berarti bunuh diri. Yang demikian ini adalah sebagian dari rahmat Alah SWT kepada kalian.

Imam Bukhari, Muslim dan lainnya meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a Rasullullah SAW bersabda,
"Barang siapa menjatuhkan dirinya dari gunung dan membunuh dirinya sendiri, maka dineraka dia akan terjatuh dari gunung berulang - ulang selamanya. Barang siapa menghirup racun dan membunuh dirinya sendiri, maka dineraka racun tersebut berada dtangannya dan dia akan menghirupnya selamanya. Dan barang siapa membunuh dirinya sendiri dengan besi, maka dineraka besi tersebut berada ditanganya dan dia akan memukul dirinya sendiri dengan besi tersebut selamanya"(HR.Bukhari dalam kitab Kesehatan, bab Meminum Racun, hadis 5442; dan Muslim dalam kitab Iman, bab Larangan Keras Bunuh Diri, hadis 296)

inilah Gambaran masyarakat indonesia, ciri putus asa yg paling tragedi adalah bunuh diri. data 2012 dari WHO bahwa 10 negara dengan tingkat putus asa tertinggi ternyata bkn dari negara2 miskin sebenarnya justru negara2 yang sangat sejahtera.kita sebut saja Korea selatan, cina, jepang atau bahkan negara eropa Timur selepas penjajahan Rusia misalnya. Yang menarik bahwa putus asa itu tidak selamanya berurusan dengan uang atau masalah ekonomi, ternyata tekanan sikologis rupanya lebih memberikan kontribusi yang besar dari pada faktor ekonomi. Nah,, dari Negara yang tadi, tidak banyak ada pak ustadnya (hehe..), jadi mereka tdk mengenal adanya institusi agama bisa dikatakan agamanya tidak jelas juga. Ini membedakan bagaimana kalau masyarakat Indonesia menurut data WHO menjadi nomor ke 112 (WOW,, peringkat yang baik dalam hal putus asa)

Bisa dikatakan Masyarakat kita sangat luwes, sangat lentur menghadapi keputus asaan karena kita tahu selain hidup didunia ada kehidupan lain setelah ini apapun agamanya. Saya ada teman dari KL yang mengatakan bahwa orang2 indonesia itu gampang menyerah katanya, cepat pesimis, sebenarnya tdk... jangan2 karena persepsi itu kita jadi orang yang menjadi sulit menyerah, sulit putus asa, kita lebih jauh menerima keadaan. Dan anehnya datanya malah terbalik dari yang teman saya ungkapkan, dengan kondisi yang terjadi. Secara kultur masyarakat kita sangat cair, komunal, yang suka ngumpul, curhat bareng, rame2, ada saja kehangatan entah itu keluarga, tetangga, sahabat yang bisa menjadi bantalan persoalan hidup sementara di luar sana bersifat individualis dan materialis. Beberapa waktu lalu ada kasus seorang yang lompat dari tower,, kita perhatikan bahwa orang tersebut adalah orang kota. Kita ketahui sekarang masyarakat kota sudah tidak berbeda lagi dengan masyarakat di Amerika, jepang misalnya yg hidupnya individual. yang hidupnya hanya untuk upaya memenangkan kompetisi dan ekonomi, semua orang sibuk, kalau dulu sederhana ketika ada butuh apa2, atau mau nitip anak, kita bisa ngetok rumah sebelah kalau sekarang tdk mungkin. Antara rumah sebelah menyebelah sekarang terasa hidup sendiri2, atau bahasanya mereka "loe loe gue gue", mungkin karena bukan saudara, berbeda profesi, berbeda suku atau bahkan berbeda kasta. 

antara kota dan desa sungguh sangat jauh sekali perbedaannya. masih ada hubungan keluarga biasanya. jadi kita bisa saling mendukung. tidak ada uang, tidak ada garam, kita bisa ketuk pintu mereka. Sekarang,, sulit sekali mencari warung yang bisa dihutang karena sudah di ganti dengan market2. Ini membuat kehdupan semakin sulit. tanggung jawab, kesusahan bahkan beban lainnya itu harus ditanggung oleh individu2. Ini yang membuat mereka merasa terisolasi. 

Orang kuat yang tidak gampang putus asa biasanya mereka hadir dari lingkungan yang penuh dengan semangat, penuh dengan keceriaan. sederhananya ilmuan2 barat sudah meneliti bahwa kalau kita mau happy maka dengarkan lagu2 happy. memilih teman yang baik, memilih lingkungan yang baik, dan kemampuan memilih tadi bukan berarti kita menjadi sombong dan memilih2 teman. kecuali kita sudah tahu karakter. Ada yang karakternya bekel (bola gebok kali enaknya..) yang semakin di banting dari ketinggian akan semakin tinggi pantulan, tapi ada orang yang karakternya telur, harus hati2.dan masih banyak lagi karakter yang lain. Karakter2 seperti ini biasanya tumbuh karena pengalaman atau bisa juga lingkungan yang membentunya.  yang paling penting iyalah kita tahu siapa kita, karena dengan kita tahu siapa kita, kita bisa memahami dengan siapa berbicara, orang seperti apa yang kita hadapi, lingkungan dan tempat mana yang kita datangi, buku apa yang kita baca, lagu apa yang akan kita dengarkan.
Didaerah modern dengan kondisi saat ini diperkotaan besar, media sosial itu menjadi sesuatu yang menarik. kalau dulu media sosial itu seakan2 seperti hantu, ditakuti para pemilik kebijakan. Sekarang,,,, dengan media sosial semuanya itu seperti "telanjang". jadi tidak ada lagi alasan sebenarnya bagi kita untuk tidak tahu teman kita, ayah kita, saudara kita, sedang dalam kondisi sikologis seperti apa. Dari gambar yang dia tampilkan, dari status FB, atau dari koment2 nya. sangat jelas. kalau dulu, dengan kultur kita yang sangat tertutup, cukup sulit mengartikan. kata IYA itu belum tentu iya, sikap diam itu blm tentu IYA. Muter2 gitu. Ditanya sedih gak, Senyum. ditanya senang gak, Senyum. Tapi sekarang semua gamblang,,, hehehe... silaturahmi juga tdk ada salahnya, bahkan lebih mudah gitu... cuma dengan mengatakan apakabar, bagaimana sekarang,,, dan itu bisa tidak dengan ketemu. Silaturahmi bagi orang yang sedang galau, itu adalah vitamin. dia merasa "ooohh aku masih ada yang perhatian"

Nah sekarang kita lihat Vidio yoo...


Setiap kali melihat vidio ini saya tidak bisa menahan untuk menangis. Entahlah... mungkin karena aku juga hampir berfikir begitu. Kalau dalam vidio ini, raju (yang terjun dari ruang dosennya) tidak bisa memilih pilihan yang diberikan dosennya. Antara sahabatnya atau keluar dari Kampus. Dia cuma punya waktu sekian menit untuk memutuskan. dan mencapai titik buntu sehingga bkn Tuhan yang menjadi sandaran, malah membuat masalah dari masalah yang ditimbulkan. Pembunuhan semangat, mental dan hati itu lebih berbahaya.. semua akan berpengaruh dari otak hingga ke fisik. Sehingga orang yang sehat tapi semangatnya telah hilang sedikit demi sedikit lama2 akan meninggal karena sugesti dari otaknya sendiri. begitu pula orang yang sakit tapi dia punya semangat yang besar untuk sembuh lama2 akan segera sembuh dari sakitnya.

Resep yang menurut saya bisa menghilangkan rasa putus asa :

  1. ihklas lah terhadap apapun  yang sudah Allah takdrkan. atau bahasanya bulungannya menerima kenyataan. kita tidak akan susah dengan apa yang kita terima dan tdk kecewa dengan apa yang dimiliki orang lain.
  2. Syukur. Ketika engkau mendapat musibah maka hati dan lisanmu akan mengucap alhamdulillah... weee de dee... berat. tapi ayo kita sama2 belajar menerapkannya.
  3. Selalu berfikir positif dengan orang lain,, walaupun dijahati, disakiti atau diperlakukan tidak adil. selalu katakan dalam hati "bahwa mereka saudara kita, mungkin khilaf,,, urusan perbuatan mereka itu adalah urusan Allah... All is well"


Allahualam Bissawab...


Jumat, 31 Oktober 2014

Ketika penyelesaian Masalah adalah Masalah 1

Tanjung selor, 1 Oktober 2011

Bunuh Diri!!!!!

mungkin teori tentang bunuh diri dan bahkan tentang jumlahnya secara detail sudah banyak di infokan oleh teman baru (google.com). bukanya sok tahu. tapi aku punya pengalaman sendiri dengan hal ini. dan dari situ aku belajar bahwa bunuh diri itu tidak bisa terjadi secra sepontan. Ketika ada seseorang yang diberitakan bunuh diri baik itu di lingkunganku atau di berita Televisi, aku tidak sepenuhnya menganggap bahwa itu perbuatan bunuh diri.Tapi pembunuhan. karena ada sebab musabab dibalik itu. ada orang lain yg menyebabkan orang itu melakukan bunuh diri. Tapi berita baiknya, tidak ada orang yg tahu dan tidak ada orang yg menganggap itu pembunuhan. benar2 sempurna. Kehilangan semangat hidup atau pembunuhan semangat, itu lebih sadis dari pada mutilasi, pelaku bom atau pencurian. kehilangan semangat pada diri seseorang itu bisa menyebabkan perasaan mati pada dirinya. 

sebenarnya masih banyak lagi macam bunuh diri. ada lagi orang yang bunuh diri altruistis. seperti bom bali. mereka yang melakukan bunuh dir semacam ini mungkin merasa bahagia dengan hal yg mereka lakukan. dan tentu saja ada timbal balik dari aksi itu, mungkin dijanjikan masuk syurga, keluarga yang akan hidup bahagia, atau mungkin merasa telah menolong agamanya. seperti ada kepuasaan ketika melakukan hal itu walaupun hati juga bergejolak. padahal disinilah Setan berperan aktif menghancurkan keimanan kita. 

oke.. terus??? bagaimana dengan yang mengalami gangguan jiwa atau yang masyarakat katakan gila... setahu ku orang2 yang bahkan sudah memikirkan u/ bunuh diri itu sudah mengalami gangguan jiwa ringan. (tdk ada orang gila, yg ada orang sakit)... dan karena pemikiran ini tidak sepontan, maka ini sudah sering diulang2 di lisannya. biasanya orang yang marah dan benar2 kesal akan muncul rasa putus asa dan depresi dalam dirinya hingga sampai menyebutkan kata mati. padahal ketika kata yang sering diulang2 dan begitu dalam hingga terekam di memori alam bawah sadar, tanpa kita sadari akan keluar dengan sendirinya. 

ketika kita memiliki niat yang sangat kuat, otak kita akan merespon. pengaruhnya terhadap neurotransmiter yang akan mengirimkan signal keseluruh tubuh kita termasuk jantung kita. jadi bisa dkatakan orang - orang yang sakit itu sebenarnya karena diniatkan atau diingini. Dan bisa dikatakan juga secara sikologi orang yang bunuh diri itu karena di niatkan. 

Atau gini aja deh bahasanya... hehe.. keinginan - keinginan kita merupakan informasi penting untuk pikiran bawah sadar. Sebab keinginan yang terekam kuat dalam pikiran bawah sadar sangat besar dapat menjadi daya dorong yang akan menggerakkan diri kita untuk berbuat sesuatu yang luar biasa. keinginan yang sangat besar dan terekam dalam pikiran bawah sadar itulah yang dinamakan autosuggestion.
Autosuggestion seharusnya dilakukan dengan penuh rasa percaya, melibatkan emosi dalam diri, dilakukan dengan penuh konsentrasi terhadap objek yang positif, dan berulang - ulang. Selanjutnya, pikiran bawah sadar inilah yang akan mendikte gerak gerik tubuh kita. kekuatan yang ditimbulkan oleh pikiran bawah itu sangat dahsyat entah digunakan untuk melakukan sesuatu secara otomatis muncul tu dari pikiran bawah sadar kita... nah sekarang kalau yang direkam yang buruk2 ya buruk jua.. ketika sudah direkam akan bisa dipanggil kembali sewaktu masalah atau depresi kembali menyerang kita. (seperti aplikasi yang sudah diinstal tinggal dijalankan saja)


terus hubungannya denganku apa ya???


Kamis, 30 Oktober 2014

Pernah jatuh cinta???? sepele tapi dibalik satu kata itu banyak warna dan cerita yang bisa membuat kita tertawa, sedih, dan berbagai macam emosi. Ada seseorang yang bertanya padaku tentang kisah asmaraku. dari SMP, SMK bahkan sekrg. zaman sekolah dulu aku bisa dikatakan "aneh" oleh teman - teman ku. karena gayaku yang biasa saja dengan laki - laki. Rata - rata teman - temanku pada saat itu punya pacar semua. yaa,, mungkin karena sejak kecil aku sudah berfikir bahwa pacaran itu membuat semua orang nantinya sibuk ngurusin kita. sibuk menasehati kita, akhirnya kita merasa tidak bebas dan selalu dicurigai dan bla dan bla... hahahaha...

Dulu aku selalu mengatakan pada teman - temanku tentang cinta yang mereka banggakan,,, yang hampr tiap hari, selama 24 jam itu itu saja yang dibahas, cowok lagi. dia lagi... bknnya aku tidak suka, tapi dari beberapa mereka ada yang tingkahnya aneh...



padahal sudah jelas didalam Al-quran tentang perbuatan Zina. mulai dari bahayanya hingga sangsi - sangsinya,,, ya sekali lagi itu bagi Orang - orang yang berfikir. naah,,, sekarang pertanyaannya kita berfikir tidak??? memang pacara ini kebiasaan jahilliyah. ya,, kalau sudah mengakar ya cukup sulit juga.

oke... sambung cerita diatas tadi. naah,, karena suka ceramahin temen dulu, dan berbagai macam kebiasaan2 mereka yang aku tidak ikut - ikutan seperti keluyuran sampai malam2, nongkrong, mojok,,akhirnya banyak gelar yg aku terima contohnya "aneh". bahkan sangking isengnya mrk bilang aku tak laku2.. waduuhh... pokoknya sakitnya tu disini (kepala). hahahaha...








Senin, 10 Maret 2014

Masa Lalu


Dari Pelajar, pengangguran, Punya konter, pengajar tanpa gaji, operator warnet dan juru ketik, guru TK Plus guru les dan Pejaga Konter pulsa dan kini aku adalah seorang mahasiswa semester akhir jurusan matematika, pekerjaanku saat ini adalah macam - macam. Tanggal 14 september 2013 kemarin, aku resmi membuka usaha baru yang sebenarnya tidak terbayangkan, Pondok Laundry. yah... Laundry. banyak banget tantangannya ternyata. mulai dari tetangga dan beberapa orang yang meremehkan dan ikut menjelekkan bahkan menghasut. ah.. namanya juga manusia ada aja godaannya. dibawa santai aja.. sebelum buka aja ribet banget. karena gak pernah tahu seperti apa usaha dibidang ini. mulailah cari - cari diinternet. bolak - balik warnet. bolak - balik tanya keorang - orang dari yang tidak tahu apa - apa, tanya ke yang tahu, tanya ke yang pengalaman, tanya ke yang suka laundry, ke yang gak pernah laundry, ke yang rajin nyuci, ke yang agak ribet nyuci, ke yang dukung aku sampai ke yang tidak mendukung sama sekali. hasilnya aku punya semangat membara punya usaha sendiri. selain Laundry ada lagi yang kugeluti, Berdagang. mulai dari Tupperware, pakaian, pulsa, sampai ngajar ngaji, ngajar les. ah.. banyak ya... 

Inilah diriku yang sekarang, yang tidak mau bergantung dengan orang lain. dibilang jera, yang memang jera setelah semua berlalu. masa lalu itu tidak seharusnya di buang atau tidak mau diingat - ingat lagi. tapi masa lalu itu jadikan buku lama yang setiap saat dibuka untuk diambil pelajarannya. ku jadikan orang - orang yang berada di masa lalu itu orang - orang terpilih yang membuat aku sadar bahwa Allah saat itu sedang memberikan ujian agar naik kelas. setelah tragedi besar terjadi September 2012, rasanya cukup sudah aku harus terpuruk dengan keadaan. aku harus bangkit. biarlah orang - orang mengatakan apapun tentangku yang harus ku pikirkan adalah keluargaku. jika mereka tahu bagaimana keadaanku waktu itu tentu mereka akan bersedih. setelah kejadian itu aku pernah merasakan benar - benar down, aku tidak pernah selemah itu. aku orang yang tegar, tapi saat itu aku tidak punya semangat seperti dulu lagi. aku sempat tidak mau bertemu orang lain, ketika aku teringat kembali aku tidak tahan untuk tidak menangis, aku benar - benar hancur rasanya dan itu terjadi selama 3 bulan. Allah membuka hatiku ketika KKN di Tanah kuning. bertemu dengan orang - orang luar biasa membuat aku bersyukur dan semangat untuk berinteraksi. aku merasa dihargai dan di sayangi disana.ternyata ada orang -orang yang peduli dan menghargai kita walaupun mereka tidak tahu siapa kita dan bagaimana masa lalu kita.

setelah kejadian itu aku jadi lebih menerima, siapapun mereka. mereka tetap manusia walaupun ku tahu kepribadiannya baik. lupa dan khilaf pasti ada.Luka luar mungkin masih bisa diobati karena kita tahu bagian mana yang sakit, tapi luka hati sulit sekali mengobatinya karena kita tidak tahu seperti apa lukanya. mudah bagi kita mengobati luka tapi bekasnya apa bisa hilang?? Memaafkan mudah saja bagiku, tapi perasaan yang sudah pernah tersakiti aku tidak bisa memastikan. aku hanya berusaha memperbaiki segalanya dan memahami saja. banyak sekali hikmah yang bisa ku ambil dari sini. salah satunya aku jadi tahu beberapa fakta yang tersembunyi, setidaknya dibalik itu semua ratusan hikmah yang ku pahami.

Beberapa masa lalu akan kembali terputar di memori ku seperti film dokumenter. ada yang manis, ada juga yang pahit, ada orang - orang yang punya andil didalamnya dan pastinya ada kisah seru dan kisah penuh cinta didalamnya. hanya dengan berfikir positif kita bisa mengambil pelajaran dari baik maupun buruknya kisah itu. Beberapa dari kisah itu akan membuat kita tertawa, tersenyum, marah, termenung, bahkan menangis. Tapi, percayalah Allah hanya ingin menjadikan kita manusia yang beriman, sabar, ikhlas dan bersyukur atas apa yang sudah terjadi. marah dan kecewa dengan keadaan tidak akan membuat kita menjadi lebih baik. 

dan masa lalu itu menjadikan aku orang yang semakin tahan banting (hati dan perasaannya bukan badannya), belajar tentang keikhlasan, kesabaran dan memahami saudara - saudara kita walaupun kita tidak dianggap saudara. hehe...




Rabu, 08 Februari 2012

lagi - lagi Nilai


Hah… mau teriak saja rasanya melihat nilai – nilai terpampang karena ternyata tidak sesuai dengan yang selama ini saya lakukan. Begitu banyak pertanyaan dan kebingungan di hati saya. Entah mengapa ada penilaian di setiap sekolah – sekolah atau bahkan diperguruan tinggi. Beberapa orang menganggap nilai raport atau nilai KHS itu adalah segalanya, padahal itu Cuma finisnya saja.

Saya lebih tidak paham ketika saya membaca lembaran nilai teman-teman sekelas dan menemukan sebuah nama bertengger pada posisi yang cukup atas. Oke, memang secara akumulatif, nilainya tinggi dan baik, tapi, apakah secara tingkah laku dia pantas mendapat nilai setinggi itu? Menurut saya, TIDAK juga.
Kadang saya tak paham dengan sistem penilaian dari guru. Apa yang selama ini dinilai oleh guru? Apakah guru juga harus menilai sesuatu yang disebut proses? Dan menurut saya atas kejadian diatas, guru hanya menilai hasilnya saja. Guru tidak menilai bagaimana dia mengerjakan soal ulangan: menyontek atau tidak, bekerja sama dengan teman lain atau tidak, membuka modul atau tidak, mendapat jawaban dari teman lain melalui server atau tidak, dan yang penting: berbuat jujur atau tidak. Guru jarang menilai dengan sungguh-sungguh tentang seberapa rajin dia masuk kelas, memperhatikan atau tidak, dan sebagainya.

Miris rasanya bila mengingat hal itu. Bila tindakan tidak terpuji di sekolah masih tidak dihiraukan oleh guru, lalu apa peran sekolah sebagai tempat belajar? Apa belajar itu hanya ilmunya saja tanpa menghiraukan pembentukan karakter: kejujuran, pengembangan diri, dorongan semangat, dan sebagainya. Sebut saja Ihsan, murid kelas 3 yang ternyata sudah 1 tahun tinggal kelas. Tiba – tiba sekolah memanggil orang tuanya, tahu kenapa? Hanya karena sianak tidak pintar. Dia tidak bisa menulis dan membaca dengan benar. Sang guru hanya selalu menghukum dan memarahinya ketika jam pelajaran dimulai . tidak jarang dia dikeluarkan dari kelas hanya karena itu. Hingga orang tuanya kehabisan akal dan memasukkannya ke sekolah asrama. Pada awal masuk kondisinya semakin memperihatinkan, setiap pelajaran atau guru yang masuk mengajar dikelasnya selalu menghukumnya. Setiap pelajaran selalu dihabiskan diluar kelas. Hingga akhirnya ada seorang guru kesenian yang membantunya menghidupkan semangatnya. Ternyata Ihsan mengalami gangguan membaca dan menulis atau lebih dikenal dengan Disleksia dan Disgrafia. Gangguan semacam ini bukan disebabkan karena adanya gangguan pada fungsi otak akan tetapi karena si anak tersebut terkadang suka mengalami frustasi dan terkadang mereka sulit untuk menyelesaikan tugas – tugas sekolah mereka.
Saya pun pernah mengalami apa yang dialami oleh Ihsan. Waktu itu saya masih kelas 1 SD. Selama saya sekolah, saya tidak pernah mendapatkan nilai yang bagus walaupun hanya menulis. Guru saya tidak pernah memberikan saya nilai di atas 50. Hingga suatu hari, saya mengerjakan Soal Matematika dan itu ternyata benar semua. Akhirnya saya bisa dapat nilai 100 tapi ternyata kesenangan saya dianggap biasa saja oleh guru saya. Beliau tidak mengatakan apapun sebagai motivasi bagi saya. Hingga pada saat kenaikan kelas pun nilai – nilai diraport saya tidak begitu bagus alias saya tidak naik kelas. Sampai saat ini saya masih bertanya kenapa saya tidak naik kelas??? Apa karena saya bodoh?? Atau karena sang guru malu punya murid seperti saya??? Atau karena saya tidak punya uang untuk bayar mungkin?? Umur saya baru 6 tahu saat saya dikembalikan dikelas 1 lagi, saya hanya bisa menangis karena semua teman – teman saya di kelas 1 dulu mengejek saya. sebenarnya saya yang tidak pintar atau guru saya yang tidak bisa mengajari saya. bukankah setiap anak pintar dan cerdas? 
Hingga ketika saya kembali dikelas 1 saya menemukan figure guru sebenarnya. Beliau berbeda dengan guru – guru yang ada. Hingga selama dua tahun berturut – turut saya selalu mendapat pujian dari sekolah karena nilai ulangan semester saya selalu diatas 90. Saya tidak begitu ingat bagaimana beliau mengajar. Yang saya ingat beliau tidak pernah selalu terpaku dengan apa yang diajarkan. Beliau selalu membuat kami tidak tegang, rasanya santai saja, walaupun itu pelajaran yang susah. Hingga hanya 5 bulan saya berada dikelas 1 saya sudah bisa membaca, sesuatu yang sangat susah saat itu. Anak- anak pada waktu itu paling lambat bisa membaca pada kelas 3. Tentu saja semua guru kaget sekaligus bangga. Tapi pada saat di kelas 3 dan seterusnya keadaan kembali seperti dulu. Di kelas 4 saya bertemu dengan guru yang tidak begitu menyenangkan. Setiap hari saya selalu dihukum, berdiri dengan 1 kaki karena lupa membawa buku PR. Bahkan guru saya dengan telaknya mengatakan saya bodoh. Saya tidak paham atas dasar apa seorang murid dikatakan bodoh. Saya pun tidak mengerti mengapa teman – teman saya yang kaya walaupun tidak juga pintar (aktif) mendapatkan perhatian yang lebih dari pada kami yang biasa – biasa saja juga tidak kaya. Apa guru juga melihat muridnya dari status sosialnya dimasyarakat. Sehingga mereka yang setiap ada soal – soal ataupun waktu ujian semesternya tidak jujur mendapat nilai raport yang baik. 
Saya juga tidak paham dengan nilai. Atas dasar apa seseorang menilai sesuatu? Bukankah nilai itu sifatnya sangat subjektif? Apasih nilai itu sesungguhnya? Di rapor saya berderet nilai dalam aneka rupa angka tapi saya tidak percaya pada nilai-nilai itu. Karena nilai ditulis oleh guru yang menurut saya, menilai pada hasilnya saja. Apakah nilai yang baik berarti murid itu pandai? Tidak juga. Apakah nilai itu didapat dengan kejujuran atau tidak, guru, orang tua murid, atau wali murid juga tak akan tahu. Memangnya sekolah untuk dapat nilai ya??? Bukan untuk Pintar atau membangun karakter yang baik?? Dan apakah ujian itu harus dilaksanakan? Untuk apa?? Sebenarnya apa sih tujuanya Negara membangun sekolah?? Untuk Pintar biar gak ditipu orang atau pintar biar bisa nipu orang???
Saya diajarkan tentang kejujuran di rumah, saya diajarkan tentang integritas di rumah, saya diajarkan tentang harga diri di rumah, saya diajarkan tentang berkembang secara mental dan spiritual di rumah. Lalu….Bila di sekolah hal itu diabaikan, bagaimana kerja sama lingkungan keluarga dan sekolah dalam mendidik murid bila apa yang diajarkan saling tidak sesuai? Saya jadi tidak paham bagaimana peran sekolah dan bagaimana hubungan sekolah dan keluarga dalam mendidik anak bangsa.


rasanya Jengkel sekali ketika saya melihat ada pengumuman beasiswa prestasi (lagi-lagi nilai) yang diajukan adalah nilai rapor yang tinggi. Jika yang masuk adalah yang nilainya bagus tapi tingkat kejujuran rendah, generasi seperti apa yang dilahirkan dari nilai-nilai tersebut?
mmm…. Gimana yah… Jangan marah bila kita menonton di televisi tentang kasus-kasus korupsi, mulai dari Nazaruddin, Nunung Nurhayati, dan lainnya kalau dalam proses belajar kita, kita masih berbuat curang. Bila kita marah pada mereka, marahlah pada diri sendiri dulu bila masih berbuat curang. Benahi dirimu sendiri hingga menjadi lebih pantas daripada mereka yang menggerogoti uang rakyat dan merugikan rakyat. Sebab kadang perbuatan tidak jujur dan curang yang kita lakukan itu juga merugikan banyak orang.
Dan tahu tidak mengapa ada orang – orang seperti mereka??? Karena pada waktu melakukan kecurangan kecil selalu saja dianggap biasa, selalu saja lumrah tapi lama – lama kita berani melakukan kecurangan yang sedikit besar hingga kecurangan yang sangat besar hingga ketika kita melakukan kecurangan yang besar hal itu sudah menjadi lumrah… telah bertahun – tahun lamanya, saya hanya bisa menerima keadaan seperti ini yang mungkin semua juga salah saya. Tapi lama – lama saya merasa tidak adil sa
Seorang dosen di Kampus saya mengatakan “Kuliah itu tidak perlu pintar, tidak perlu juga dapat nilai bagus – bagus, yang penting tahu, paham dengan pelajarannya”
Yang pasti saya masih berpendapat bahwa Ringking, IP atau apalah namanya bukan segalanya. 
Tulisan ini saya persembahkan untuk teman – teman yang bernasip sama, guru – guru saya yang begitu besar pengaruhnya bagi hidup saya, juga keluarga saya yang ikut andil dalam pendidikan saya,,,

Gambar diambil dari Google.com